Tutorial photoshop yang ini akan saya gunakan untuk menulis tutorial pembuatan logo larangan anti merokok, sekaligus juga untuk menulis tentang contoh penggunaan efek asap dan efek tulisan logam pada post sebelumnya. Ide pembuatan logo ini sebenarnya sudah lama, karena dulu pernah saya buat untuk contoh logo buat siswa-siswa desain grafis saya.
Berikut ini langkah-langkah pembuatannya.
Cara membuat logo dengan efek logam dan asap
Langkah 1
Buatlah sebuah file baru berukuran 800×600

Langkah 2
Pilih Text Tool pada toolbox photoshop. Pilihlah jenis font Webding. Pemilihan font bisa dilakukan dengan memilihnya dari bagian option bar (di sebelah atas). Font Webding dipilih karena dalam font tersebut terdapat karakter simbol larangan merokok yang akan kita buat.

Langkah 3
Klik pada file baru tadi dengan text tool, kemudian ketiklah huruf ” z “.

Kemudian pilih Move Tool. Jika ukuran huruf kurang besar bisa diubah ukurannya dengan memilih Edit > Free Transform. Ubahlah ukurannya secara proporsional (dengan melakukan drag pada titik anchor sudut sambil menekan tombol Shift di keyboard).

Langkah 4
Layer yang berisikan gambar logo anti rokok ini kita buat menjadi berefek chrome dulu. Bagi yang belum membaca tentang pembuatan efek chrome pada tulisan, silahkan dibaca dulu di sini. Terapkan langkah pembuatan efek chrome tersebut pada logo ini.

Langkah 5
Agar nampak lebih dramatis, pada logo tersebut kita beri efek asap. Tentang pembuatan efek asap pada photoshop bisa dibaca keterangannya di sini. Namun pada contoh tutorial ini, efek asap dibuat dengan menggunakan plugin photoshop Eye Candy 4000. Jika sudah mempunyai plugin ini, gunakanlah untuk membuat efek asapnya.

Langkah 6
Agar efek asap lebih nampak nyata dan untuk lebih menguatkan kesan pada gambar, layer background diberi warna gradasi hitam putih. Untuk membuat warna gradasi ini, pilihlah Gradient Tool pada toolbox photoshop, kemudian pilihlah warna gradasinya yang hitam putih. Untuk memilih warna gradasi, bisa dilakukan dengan memilihnya di bagian option bar setelah gradient tool tadi dipilih. Pilih layer background, kemudian klik dan geser pointernya untuk membuat warna gradasi.
Langkah 7
Jika perlu, bisa ditambahkan tulisan untuk mempertegas makna gambar yang kita buat.
Berikut ini gambar yang sudah jadi.

Ukuran gambar ini pas buat wallpaper. Jika Anda suka, silahkan dipakai untuk wallpaper komputer Anda. Sekalian buat kampanye anti rokok, terutama bagi para pembaca yang “ahli hisap” seperti saya.
Efek Teks Logam Dengan Photoshop
Pada tutorial photoshop kali ini, akan kubahas tentang pembuatan efek chrome pada tulisan. Kalau yang pada foto, dulu sudah pernah kubuatkan tutorialnya pada post yang ini. Efek krom / chrome ini mungkin sudah agak basi. Tehnik seperti ini sudah diketahui lama dan sudah dibahas juga dalam buku-buku efek photoshop maupun di internet. Efek ini kubahas sekarang, karena akan kugunakan sebagai materi penunjang pada tutorial berikutnya.
Cara pembuatan efek logam/chrome pada tulisan dengan Photoshop
Langkah 1
Buatlah sebuah file baru dengan photoshop. Ukuran file-nya terserah Anda, kira-kira cukup untuk membuat sebuah tulisan, kira-kira 640×480 atau lebih besar lagi.
Langkah 2
Pilihlah text tool, kemudian buatlah sebuah tulisan pada file baru tersebut. Usahakan untuk memilih jenis tulisan (font) yang karakteristiknya tebal.

Langkah 3
Pilihlah menu Layer > Rasterize > Type*)
*) Anda bisa memilih Type ataupun Layer
Langkah 4
Pilih menu Filter > Stylize > Emboss
Pengaturan pada kotak dialog emboss ini tidak baku, bisa diubah-ubah sendiri sekehendak Anda.

Langkah 5
Pilih menu Filter > Artistic > Plastic Warp
Pengaturan pada kotak dialog Plastic Warp ini juga tidak baku, pengaturannya terserah keinginan Anda. Silahkan mencoba-coba pengaturannya sendiri untuk membuat kesan lekukan logam.

Jika perlu, langkah pemberian filter ini bisa diulang lagi, namun dengan nilai pengaturan yang berbeda.
Langkah 6
Ubah kontras warnanya dengan menggunakan menu Image > Adjustment > Curves (Ctrl + M). Buatlah sebuah kurva seperti gambar tutorial berikut ini.

Ulangi lagi pengaturan warna dengan Curves ini dengan bentuk kurva yang agak berbeda dengan sebelumnya.

Gambar dibawah ini adalah gambar hasil tutorial photoshop yang sudah jadi. Beri gambar background atau latar belakang yang berwarna gelap agar kesan chrome tadi lebih nampak jelas.

Catatan
Jika Anda menginginkan kesan logam yang berwarna, pengaturan warnanya bisa dilakukan dengan memilih menu Image > Adjustment > Hue/Saturation. Klik pilihan Colorize, kemudian atur nilai Hue, dan Saturation-nya.
Membuat Efek Asap
Pada post kali ini saya akan menulis tutorial photoshop tentang pembuatan efek asap. Efek ini bisa digunakan untuk menambahkan kesan berasap pada obyek gambar atau foto yang seharusnya tidak berasap. Efek asap bisa juga dibuat dengan sebuah plugin photoshop, misalnya dengan Eye Candy 4.0 (plugin ini mempunyai fasilitas Smoke). Dengan plugin ini, efek asap dengan mudah bisa dibuat. Namun bagi yang ingin membuat efek ini secara manual, bisa mengikuti langkah pembuatannya berikut ini.
Langkah Pembuatan Efek Asap dengan Photoshop
Langkah 1
Bukalah program Photoshop, kemudian buatlah sebuah file baru. Ukuran file bisa terserah Anda. Pada contoh tutorial kali ini, saya buat sebuah file yang berukuran 200 x 300 pixel; resolusi 72 dpi.

Langkah 2
Isikanlah warna hitam pada file baru tersebut. Untuk melakukan ini, bisa dengan memilih menu Edit > Fill, kemudian pada pilihan Use memilih Black, klik OK (lihat gambar ilustrasi).

Atau dengan cukup menekan huruf D pada keyboard, kemudian menekan Alt + Backspace.
Langkah 3
Pilihlah Pencil tool pada toolbox photoshop, kemudian pilih warna Foreground putih. Untuk memilih warna ini, bisa dilakukan dengan mengklik warna foreground, kemudian pilih warna putih. Atau cukup dengan menekan huruf D pada keyboard, kemudian tekan huruf X pada keyboard.
- Catatan:
Huruf D, adalah untuk mereset warna foreground dan background.
Huruf X, untuk membalik warna warna foreground dan background.

Langkah 4
Kemudian atur ukuran pointer pencil tadi agar agak besar, kira-kira 30an. Cara untuk mengatur diameter pointer adalah dengan menekan tombol [ atau ] pada keyboard.
Setelah ukuran diameter pointer disesuaikan, buatlah sebuah garis pada file baru tadi (lihat gambar).

Langkah 5
Pilihlah Smudge tool pada toolbox Photoshop. Sapukan pada gambar untuk membuatnya nampak berlekuk-lekuk. Bentuk lekukan terserah keinginan Anda.

Langkah 6
Pilihlah menu Filter > Liquify. Filter pada Photoshop ini digunakan untuk membuat sebuah gambar nampak seperti cairan (liquid), sehingga bisa dibentuk dan diperlakukan seperti benda cair. Buatlah agar gambar garis putih tadi menjadi semakin berlekuk-lekuk. Bentuk lekukan terserah keinginan Anda sendiri. Buatlah agar bentuk lekukan ini menyerupai sebuah asap.

Langkah ini, mungkin adalah bagian yang paling menentukan hasil dari bentuk asap, dan juga bagian yang paling menyenangkan dan memerlukan banyak pengulangan sambil berimprovisasi. Apalagi bagi yang jarang memperhatikan bentuk asap (tapi bukan saya, karena saya tiap hari selalu membuat asap Gudang Garam. Kalau tidak di kamar rumah, ya sama mas Wasidi di dapur kantor Smile Group cabang MT Haryono, atau di sebelah Lab Kimia SMUN 1 Sleman sama Pak Dar.)
Langkah 7
Buatlah sebuah layer baru. Kemudian ulangilah langkah 2 hingga 7 untuk membuat bentuk asap yang berbeda. Pada layer baru ini, ubahlah Blending Option-nya menjadi screen, agar warna hitamnya nampak transparan dan cuma nampak warna putihnya saja. Jika perlu, Anda juga bisa mengubah ukuran layer tersebut dengan Edit > Free Transform.

Ulangilah langkah pembuatan layer asap ini berulangkali hingga Anda dapati bentuk kumpulan asap yang sesuai dengan keinginan Anda.
Langkah 8
Sekarang kita hilangkan tanda kunci pada layer background, dengan cara melakukan klik 2x pada nama layer background,

Langkah 9
Buatlah sebuah layer baru lagi, kemudian posisikan layer baru ini kebawah layer 0 (yang sebelumnya adalah layer background).

Tekan dan tahan tombol Alt pada keyboard sambil memilih menu Layer > Merge Visible.
- Tujuan dari langkah 8-9 ini adalah untuk membuat sebuah layer yang merupakan gabungan dari semua layer yang ada dan posisinya berada di layer paling bawah.
Langkah 10
Pada layer yang merupakan layer gabungan tadi, berilah efek kabur. Lakukan ini dengan cara memilih menu Filter > Blur > Gaussian Blur.

Langkah 11
Aturlah opacity pada tiap layer untuk menyesuaikan nuansa asap yang sesuai. Kemudian pilih menu Layer > Flatten Image atau Layer > Merge Visible untuk menyatukan semua layernya.
Berikut ini adalah contoh gambar asap yang sudah jadi.

Langkah 12
Sekarang kita akan mencoba menerapkan gambar asap yang sudah kita buat tadi pada gambar yang lain. Bukalah sebuah gambar yang akan Anda beri efek asap. Pada contoh tutorial photoshop ini, saya menggunakan sebuah gambar bumi.

Geserlah gambar asap dari file yang sebelumnya kita buat dengan Move tool ke arah file yang akan diberi efek asap.
Pada layer gambar asap, pilihlah Blending Option-nya menjadi Screen.
Berikut ini adalah gambar bumi yang sudah diberi efek asap.
Catatan: Efek ini sebelumnya sudah pernah ditulis oleh John Paul Caponigro, pernah juga saya tulis dalam situs tutorial photoshop milik saya yang berbahasa Inggris.
Membuat Frame dari Action
Tutorial Photoshop kali ini akan saya gunakan untuk membahas penggunaan action untuk membuat bingkai foto atau frame. Keterangan lebih lanjut tentang action, bisa dibaca disini. Karena hanya menggunakan action, maka jenis frame yang bisa dibuat hanya sedikit macamnya, namun ini tetap bisa digunakan untuk memperindah gambar/foto Anda.
Pembuatan frame yang lebih bervariasi akan saya coba bahas pada post selanjutnya.
Langkah 1
Bukalah gambar yang akan Anda beri frame. Pada contoh tutorial Photoshop kali ini saya gunakan gambar dari game Need for Speed, gambarnya ini sudah saya crop dan perkecil ukurannya.
Langkah 2
Aktifkan palet Action. Jika belum aktif, bisa dipilih dulu dari menu Window > Action.
Langkah 3
Tampilkan action yang khusus tentang pembuatan frame. Caranya dengan melakukan klik pada segitiga kecil di palet tersebut (lingkaran merah pada gambar ilustrasi).

Langkah 4
Klik nama action yang Anda inginkan, kemudian klik icon Play Action pada sebelah bawah palet Action.

Tunggu sebentar, frame akan jadi secara otomatis.
Jika Anda ingin mencoba-coba jenis frame yang lain, pilih dulu menu File > Revert, atau tekan F12 di keyboard. Ini agar gambar kembali ke kondisi semula dulu sebelum diberi frame lagi.
Berikut ini beberapa contoh frame yang dibuat dengan action.
BioShock Website Header
2. Create a new layer, select the Rectangular Marquee Tool and set a fixed size of 700 * 40px and place your selection at the top of your canvas. Go to Select -> Modify -> Smooth and use 5px radius, now fill your selection with #157272
![]()
3. Apply these layer styles
- Gradient: #157272 to #1b8484

- Stroke: #126464

4. Ctrl+Click over the layer thumb, create a new layer and go to Select -> Modify -> Contract and contract it by 5px. Now go to Edit -> Stroke and apply a 1px solid White(#ffffff) stroke
![]()
5. Select the Single Row Marquee Tool and place it at the top of your canvas and delete it
![]()
6. Change this layer’s blend mode to Overlay and opacity to 55%
![]()
7. Using the Rectangular Marquee Tool select the inside part of the stroke you just made

8. Then make a #157272 to Transparent Gradient in a new layer and change this layer’s blend mode to Multiply and Opacity to 60%
![]()
9. Repeat Step 7 and move your selection by 5px up, go to Select -> Inverse, create a new layer and make a White to Transparent gradient like in the image below

10. Repeat Step 7 again, go to Select -> Inverse and press Del to clear the excess of White parts. Now change this layer’s blend mode to Soft Light and opacity to 40%

11. Apply some text to it, I’m going to use Bebas at 18pt and White color

12. Create a new layer, make a small circle next to your text with the Elliptical Marquee Tool and fill it with #78d4d4

13. Apply these layer styles
- Drop Shadow: #0d5858

- Gradient: #78d4d4 to #b0ffff

14. Create a new layer, select the Elliptical Marquee Tool and make a circle selection over the top part of your blue circle, now make a White to Transparent gradient over it

15. Ctrl+click over the blue circle layer’s thumb, go to Select -> Inverse and press Del, now change this layer’s blend mode to Soft Light

16. Now we’re going to add a texture, Ctrl+Click over the first layer thumb(the one that has the basic shape) go to Edit -> Copy Merged and then create a new layer and paste it there. Then go to Filter -> Noise -> Add Noise and apply 10% uniform noise to it, change this layer’s blend mode to Multiply and opacity to 30%
![]()
17. Now go and look for an image to use in the header, I’m going to use this one and you can also use it. Place it in your file and move it’s layer to the bottom(under the first layer where the shape is)
![]()
18. Select the Rectangular Marquee Tool and set a fixed size of 700px * 210px and place it in the middle of your canvas, go to Select -> Inverse and delete your selection
![]()
19. Ctrl+Click over the image layer’s thumb, create a new layer and go to Edit -> Stroke and apply a 2px inside White stroke. Change this layer’s blend mode to Overlay
![]()
20. Now we’re going to make the Navigation bar at the bottom of the header. Create a new layer and select the Rectangular Marquee Tool with a fixed size of 700px * 40px, place your selection at the bottom and fill it with #oooooo
![]()
21. Apply this layer style
- Gradient: #111111 to #2c2c2c

22. Create a new layer, select the Rectangular Marquee Tool and set a fixed size of 700 * 5px, place your selection at the bottom and fill it with #157272
![]()
23. Create a new layer, select the Single Row Marquee Tool and make a selection 1px under the top of the last one and fill it with White, then change this layer’s blend mode to Soft Light
![]()
24. Ctrl+click over the layer which has the shape on it(the one you created in step 20) and go to Edit -> Copy Merged, then create a new layer and paste it there. Go to Filter -> Noise -> Add Noise and apply 10% uniform noise to it, change this layer’s blend mode to Multiply and opacity to 30%
![]()
25. Create a new layer, Ctrl+click over that layer again and go to Select -> Modify -> Contract and contract it by 1px, then go to Edit -> Stroke and apply a 1px White Stroke. Change this layer’s blend mode to Overlay and opacity to 30%
![]()
26. Write in your links, I’m going to use Verdana 12pt #ffffff, and it’s finished!
![]()
Merancang Web
Web yang sering dikunjungi orang
merupakan nilai plus bagi seorang web designer. Banyaknya pengunjung yang datang dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan seseorang dalam merancang dan mengembangkan sebuah website profesional.
Ada beberapa unsur yang mempengaruhi keberhasilan tersebut, diantaranya: mudah digunakan, proses koneksi cepat, tampilan menarik, perpaduan warna sangat tepat, navigasi mudah dipahami dan digunakan, isi artikel sangat berguna, dan masih banyak lagi unsur lain. Semua itu bergantung pada respon pengunjung/pengguna terhadap website yang kita buat.
Saat ini website sudah menjadi salah satu bagian dari identitas sebuah institusi, sama pentingnya dengan alamat perusahaan. Website dapat dijadikan “guide†bagi pelanggan untuk mengetahui lebih jauh tentang profil sebuah institusi secara online.
Ada beberapa sofware yang dapat digunakan untuk merancang interface sebuah website pribadi, diantaranya: Adobe Macromedia Firework dan Adobe Photoshop. Rancangan yang dibuat dalam Photoshop dapat disimpan menjadi html kemudian dapat dioleh menggunakan Adobe Macromedia Dreamweaver. Jadi anda tidak perlu lagi membuat kode html yang rumit dan panjang, cukup menggunakan perpaduan Adobe Photoshop dan Adobe Macromedia Dreamweaver.
Berikut ini, saya akan memberikan sedikit tutorial tentang pembuatan website pribadi yang impresif menggunakan Adobe Photoshop. Artikel yang saya muat di sini merupakan cuplikan dari salah satu bab buku saya yang dalam proses pencetakan di penerbit Datakom Lintas Buana. Jadi, apabila tutorial ini kurang dari sempurna, sebaiknya membeli buku tersebut.
Buku tersebut terdiri dari 5 bab yaitu:
Bab 1. Pengantar Web Design
1.1. Tips Membuat Web Profesional
1.2. Prinsip dalam Mendesain Website
1.3. Software Desain Grafis
1.4. Format Grafis
Bab 2. Konsep Dasar Pembuatan Website
Bab 3. Merancang Web
3.1. Kategori Web
3.2. Dasar-dasar Pemilihan Warna
3.3. Mengatur Layout
Bab 4. Proses Pengembangan
4.1. Situs Pribadi
4.1.1. Membuat Dokumen Baru
4.1.2. Membuat Interface
4.1.3. Membuat Tombol
4.1.4. Menambahkan Efek Khusus
4.1.5. Membuat Heading
4.1.6. Menambahkan Image/Gambar
4.1.7. Menambahkan Teks untuk Menu
4.1.8. Memotong Gambar (Slice)
4.2. Situs Bisnis
4.2.1. Membuat Dokumen Baru
4.2.2. Membuat Interface
4.2.3. Menambahkan Efek pada Interface
4.2.4. Membuat Tombol
4.2.5. Membuat Heading
4.2.6. Teknik Slice
Bab 5. Proses Editing
5.1. Editing Awal
5.1.1. Mengubah Objek menjadi Background
5.1.2. Memasukkan Objek
5.2. Membuat Link dan Navigasi
5.2.1. Membuat Pop-up Menu
5.2.2. Membuat Rollover Image 116

Dengan melihat bentuk layout tersebut di atas, akan lebih mudah proses pengembangannya dalam Adobe Photoshop. Sebelum membuat dokumen baru, kita harus mengetahui bahwa tidak semua resolusi monitor pengguna sama dengan yang kita miliki. Sebagai contoh, resolusi monitor kita menggunakan ukuran 1024 x 768 pixel sedangkan pengguna (user) hanya memiliki resolusi 800 x 600 pixel. Apabila Anda membuat ukuran dokumen 900 x 600 pixel maka menimbulkan ketidaknyamanan pengunjung karena harus sering menggulung halaman website akibat ukuran dokumen terlalu lebar. Sebaiknya lebar tidak melebihi 800 pixel.
OKE. kita mulai saja pembahasan membuat website pribadi dengan Adobe Photoshop (Anda bisa menggunakan Adobe Photoshop versi 7, 8, atau 9).
4.1.1. Membuat Dokumen Baru
Diasumsikan Anda menggunakan Adobe Photoshop 7, CS maupun CS2. Jalankan program Adobe Photoshop kemudian ikuti beberapa petunjuk berikut ini.
-
Buatlah dokumen baru dengan ukuran 800 x 600 pixel. Mode warna RGB, resolusinya 72 pixel, mode warna RGB 8 bit dan latar belakang white. Beri nama dokumen baru tersebut (misal: Situs Pribadi), setelah selesai klik OK.

-
Untuk mempermudah proses pembuatan interface situs, ada baiknya memasukkan gambar bentuk layout ke dalam dokumen Adobe Photoshop. Anda dapat menduplikasi (copy dan paste) ke dalam dokumen tersebut.

-
Klik Set Foreground color untuk memilih warna sebagai latar belakang.

-
Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna #0066cc pada kotak kode.

-
Tekan tombol Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warna pada layer Background.

-
Buatlah layer baru dengan nama “Up†kemudian aktifkan Rectangle Marquee tool dan buatlah seleksi seperti nampak pada gambar berikut.

-
Tekan huruf D pada keyboard untuk mengubah warna default Foreground dan Background (Hitam dan Putih) kemudian tekan huruf X untuk membalik warna tersebut. Tekan tombol Alt+Backspace secara bersama-sama untuk memberi warna putih pada layer “Upâ€. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.

4.1.2. Membuat Interface
Bentuk interface yang bagus dapat membangkitkan “gairah†para pengguna untuk tetap menikmati berbagai berita dan informasi yang disajikan. Keunikan bentuk interface memiliki nilai tersendiri karena tidak semua orang memiliki kemampuan untuk menciptakan bentuk tersebut. Berikut ini akan membahas salah bentuk interface yang modern.
-
Pertama kali, aktifkan Pen tool.

-
Pada menu option di bagian atas, pilih Shape Layers.

-
Klik Set Foreground Color untuk memilih warna.

-
Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna #ff5d6c pada kotak yang disediakan.

-
Buatlah Shape menggunakan Pen tool dengan bentuk seperti nampak pada gambar berikut.

-
Aktifkan Convert Point tool untuk membuat efek lengkung.

-
Klik pada segmen yang ingin diberi efek lengkung. Klik dan tahan sambil menggeser salah satu convert point ke kanan secara perlahan agar membentuk lengkungan yang diinginkan.

-
Selanjutnya memilih segmen yang lain. Klik dan tahan sambil menyeret pointer ke kanan secara perlahan agar membentuk objek yang diinginkan.

-
Jika telah selesai maka akan terbentuk sebuah asesoris modern seperti nampak pada gambar berikut.

-
Aktifkan layer Shape 1, buatlah duplikat layer tersebut dengan cara mengklik dan tahan sambil menggerakkan ke ikon Create New Layer.

-
Jika berhasil, pada Palet Layer akan muncul hasil duplikasi layer tersebut dengan nama Shape 1 copy.

-
Aktifkan layer Shape 1 copy kemudian tekan Ctrl+T untuk mentransformasikan. Klik tombol mouse kanan dan pilih Flip Horizontal. Setelah selesai klik tombol Commit pada option bar atau dapat juga menekan tombol Enter.

-
Kurangi tingkat kepekatan (opacity) dengan cara menggeser slider pada menjadi 50%.

-
Aktifkan Direct Selection tool.

-
Buatlah seleksi untuk memilih dua buah segmen yang akan dipindahkan secara bersama-sama.

-
Gunakan tombol panah ke kiri untuk menggeser dua buah segmen tersebut.

-
Langkah selanjutnya adalah membuat ilustrasi yang sama untuk memperindah tampilan. Buatlah duplikat layer Shape 1 sekali lagi dengan cara menggeser layer tersebut ke ikon Create New Layer. Kemudian modifikasi bentuknya menggunakan Convert Point tool sehingga akan membentuk sebuah latar belakang yang modern. Ubahlah opacity-nya menjadi 20%.

-
Berikutnya, aktifkan Pen tool dan buatlah Shape yang berbentuk seperti gambar berikut.

-
Seperti biasa, aktifkan Convert Point tool untuk membuat bagian yang lengkung.

-
Sehingga akan didapatkan sebuah bentuk interface yang impresif.

-
Duplikasi Shape 2 dengan cara menyeret layer tersebut ke ikon Create New Layer. Kemudian ubahlah bentuknya agar lebih menarik lagi. Untuk memodifikasi, gunakan Convert Point tool dan Direct Selection tool. Jika mengikuti petunjuk buku ini, bentuk shape akan seperti nampak pada gambar berikut.

-
Terakhir, aktifkan Rectangle tool.

-
Kemudian buatlah Shape berbentuk kotak memanjang. Jangan lupa memberi warna Shape tersebut dengan kode warna #ea1c30.

4.1.3. Membuat Tombol
Setelah sebelumnya membuat bentuk interface untuk halaman situs, langkah selanjutnya adalah membuat tombol yang eksklusif.
-
Pertama kali, aktifkan Rectangle Rounded tool.

-
Buatlah sebuah tombol berbentuk kotak.

-
Aktifkan Direct Selection tool kemudian buatlah seleksi untuk memilih empat buah segmen di bagian bawah.

-
Geser ke kanan sebanyak 10 kali menggunakan tombol tanda panah ke kanan.

-
Berilah efek bayangan (Drop Shadow) dengan cara mengklik ikon Layer Style (f) di bagian bawah Palet Layers.

-
Setelah kotak dialog Layer Style muncul, aturlah beberapa spesifikasi seperti nampak pada gambar berikut. Setelah selesai klik OK.

-
Langkah selanjutnya adalah membuat beberapa duplikasi tombol tersebut dengan cara menggesernya ke ikon Create New Layer.

-
Buatlah tiga buah tombol lagi dengan cara yang sama seperti sebelumnya. Anda dapat menduplikasi tombol yang sudah ada atau membuat tombol baru lagi. Jika Anda telah membuat tiga buah tombol, kira-kira bentuknya seperti gambar berikut ini.

4.1.4. Menambahkan Efek Khusus
Interface tersebut mungkin masih sangat sederhana, kita perlu memberi efek khusus agar terlihat menarik. Ada beberapa teknik ketika membuat efek khusus pada tombol (button) yaitu memberi warna putih agar kelihatan seperti “button gel†atau hanya memberikan efek shadow saja.
-
Pertama kali aktifkan layer yang bentuk objeknya seperti nampak pada gambar berikut.

-
Menuju ke palet Path, ubahlah path tersebut menjadi seleksi dengan cara mengklik tombol ikon Load path as selection di bagian bawah palet Path.

-
Buatlah layer baru dengan nama “Lightâ€. Kemudian aktifkan Brush tool, pilihlah ukurannya 9 pixel. Pada option bar, kurangi opacity menjadi sekitar 6% saja. Tekan huruf “D†lalu huruf “Xâ€.

-
Goreskan pada bagian yang lengkung secara perlahan-lahan sehingga akan terbentuk warna seperti nampak pada gambar berikut.

-
Sekarang tekan tombol Ctrl+Shift+I atau pilih menu Select > Inverse untuk membalikkan posisi seleksi. Tekan huruf “X†untuk memilih warna Foreground menjadi Hitam.
-
Arsirlah secara perlahan-lahan pada bagian yang lengkung menggunakan Brush tool sehingga akan memiliki efek bersinar dan muncul bayangan.

4.1.5. Membuat Heading
Umumnya judul utama sebuah situs pribadi maupun perusahaan berada di bagian atas. Nama Domain dapat dijadikan sebagai judul heading dengan tujuan untuk lebih mengingatkan kepada pengunjung tentang alamat situs. Sebagai contoh, nama domain Anda : dix-um.com. Ambillah nama domain tersebut sebagai judul heading.
- Untuk membuat sebuah heading, pertama kali aktifkan Horizontal Type tool.

- Kemudian, klik ikon Foreground Color untuk menentukan warna teks. Setelah kotak dialog Color Picker muncul, masukkan kode warna #ea1c30.

- Ketiklah judul heading, misal: Dixs-um.com, pilihlah jenis huruf (font) yang tidak berkait (Sans Sherif).

- Buatlah layer baru dengan nama “Color-headâ€, kemudian buatlah seleksi berbentuk kotak menggunakan Rectangle Marquee tool.

- Aktifkan Gradient tool, kemudian pada option bar pilihlah tipe Linier. Aturlah warna Foreground (#ea5765), dan Background (#ffffff).
- Letakkan pointer di atas dan tarik ke bawah untuk membuat warna gradasi. Tekan Ctrl+D untuk membuang seleksi.

4.1.6. Menambahkan Image/Gambar
Gambar yang ditampilkan dalam sebuah situs dapat berupa foto maupun clipart. Pada umumnya, ilustrasi yang digunakan dalam bentuk fotografi karena memiliki beberapa kelebihan diantaranya, warna realistis, bentuknya sesuai dengan objek sesungguhnya, lebih alami, dan masih banyak lagi kelebihannya.
Oleh karena yang akan kita buat adalah situs pribadi, tidak ada salahnya menempatkan gambar (foto) pribadi seseorang dalam halaman utama. Baiklah, langsung saja kita akan mencoba melakukannya.
-
Pertama kali bukalah foto yang akan dijadikan ilustrasi di halaman muka situs.

-
Pilih menu Window > Arrange > Tile Vertically untuk menampilkan dua buah dokumen.

-
Aktifkan layer yang bergambar orang, klik dan tahan sambil menyeret layer tersebut ke dokumen Situs Pribadi.

-
Jika gambarnya terlalu besar, ubahlah ukurannya dengan cara menekan tombol Ctrl+T kemudian seretlah salah satu titik pegangan (handle) ke tempat tujuan.

-
Aktifkan Horizontal Type tool, dan ketikkan beberapa kata sebagai identitas situs tersebut.

4.1.7. Menambahkan Teks untuk Menu
Tombol-tombol yang telah dibuat tersebut belum dapat berfungsi sebagai menu karena tidak ada teksnya. Nah, pada bagian berikut ini kita akan mencoba menambahkan teks pada beberapa tombol yang telah dibuat agar dapat berfungsi sebagai menu.
Menu tersebut dapat berupa mouse over maupun menu pull down. Jadi sebaiknya Anda memikirkan sejak awal sebelum memutuskan untuk memilih bentuk yang diinginkan. Apabila Anda mengikuti petunjuk dalam buku ini, bentuk menu yang akan dibuat adalah menu pull down.
-
Langkah yang pertama, aktifkan Horizontal Type tool kemudian buatlah area teks dengan cara mengklik pada tempat tombol sambil ditahan dan menyeretnya ke bagian lain membentuk kotak teks.

-
Buatlah teks sebagai menu (misal: Home, Profile, Gallery, News, dan Contact). Anda bebas memilih jenis huruf (font), penulis menggunakan jenis font Myriad Pro 10 point. Gunakan warna putih untuk teks tersebut.

-
Lakukan hal yang sama untuk membuat menu di bagian lain.

4.1.8. Memotong Gambar (Slice)
Adobe Photoshop memang dapat diandalkan dalam segala hal, terbukti beberapa bidang sangat memerlukan software yang satu ini diantaranya untuk keperluan fotografi, percetakan, animasi, periklanan, maupun untuk membuat website.
Salah satu keunggulan Adobe Photoshop dalam membuat sebuah halaman web adalah adanya teknik Slice. Dengan fasilitas tersebut, gambar akan secara otomatis terpotong sesuai dengan garis Slice. Anda tidak perlu memotong secara manual kemudian menyimpan potongan gambar tersebut satu per satu.
Hal yang perlu diperhatikan ketika memotong gambar adalah membaginya sesuai keperluan saja. Artinya, jika gambar tersebut akan digunakan sebagai tombol menu maka sebaiknya dipotong sesuai masing-masing judul menu tersebut. Misal menu Home harus terpisah dari menu Profile. Jangan memotong gambar yang memiliki dua menu karena akan mengalami masalah ketika mengeditnya dalam Macromedia Dreamweaver.
-
Sebelum memotong gambar menggunakan Slice tool, kita memerlukan beberapa garis bantu untuk menandai bagian mana saja yang akan dipotong. Letakkan pointer pada ruler guide di sebelah kiri tangan Anda, klik dan tahan sambil menyeret ke kanan.

-
Buatlah beberapa garis bantu untuk menandai bagian yang akan dipotong. Apabila mengikuti pentunjuk dalam buku ini, kurang lebih seperti gambar berikut.

-
Sekarang buatlah garis bantu secara horisontal dengan cara mengambilnya dari ruler guide di atas (horizontal ruler), sehingga hasilnya akan nampak seperti gambar berikut ini.

-
Setelah tersusun beberapa garis bantu, langkah selanjutnya adalah memotong gambar tersebut menggunakan Slice tool. Kita harus memilih bagian mana saja yang perlu dipisahkan, dan umumnya semua tombol harus dipisahkan karena memiliki fungsi yang berbeda. Sedangkan untuk bagian yang akan digunakan sebagai latar belakang, sebaiknya tidak perlu dipisahkan. Untuk memotong bagian tersebut, pertama kali aktifkan Slice tool. Perlu diingat, setelah mengaktifkan Slice tool secara otomatis akan muncul angka 1 di sudut kiri atas. Hal itu memiliki arti gambar tersebut telah siap dipotong.

-
Letakkan pointer di sudut kiri atas.

-
Kemudian klik dan tahan sambil menyeret ke sebelah kanan sesuai luas yang diinginkan.

-
Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan muncul angka 2.

-
Letakkan pointer di atas angka 2, klik dan tahan sambil menyeret ke kanan untuk memotong gambar.

-
Setelah memotong gambar tersebut secara otomatis akan muncul angka 3 dan 4. Hal ini dikarenakan Adobe Photoshop secara otomatis memotong pada bagian lain agar bentuknya tetap utuh. Anda dapat memotong gambar pada area yang telah ditandai angka tersebut.

-
Langkah selanjutnya adalah memotong tombol-tombol yang ada secara terpisah. Letakkan pointer pada angka 3, klik dan tahan sambil menyeret ke bagian lain yang telah ditandai dengan garis bantu.

-
Lakukan dengan cara yang sama untuk memotong bagian lain sehingga akan terbentuk seperti gambar berikut.

-
Untuk bagian yang memiliki fungsi sama, sebaiknya tidak perlu dipisah/dipotong.

-
Perlu diperhatikan, ketika memotong pada bagian lain usahakan irisannya tepat pada irisan sebelumnya agar tidak muncul irisan lain yang tidak diinginkan. Jika hal itu terjadi, hasilnya tidak akan maksimal dan tidak sesuai seperti yang kita harapkan. Anda dapat memotong gambar yang terlalu besar menjadi beberapa bagian agar proses koneksi lebih cepat ketika menampilkan gambar.

-
Langkah selanjutnya, irislah tombol-tombol pada bagian kanan.

-
Berikutnya, memotong gambar yang bukan berfungsi sebagai tombol.

-
Untuk gambar yang akan dijadikan latar belakang, irislah menjadi dua bagian saja seperti nampak pada gambar berikut.

-
Begitu pula pada bagian lain, irislah gambar sesuai keperluan.

-
Apabila sudah mengiris gambar menjadi beberapa bagian maka akan nampa sepeti gambar berikut.

-
Dan untuk langkah selanjutnya adalah menyimpan dokumen tersebut menjadi web (Save for web). Pilih menu File > Save for Web.

-
Maka akan muncul kotak dialog Save for Web. Klik tombol Save.

-
Kemudian akan muncul kotak dialog Save Optimized As. Tentukan folder untuk menyimpan file kemudian beri nama file tersebut, misal index lalu pilih HTML and images untuk Save as type, Seting=Default Setting, dan Slice=All Slices. Setelah selesai klik tombol Save untuk menyimpan.

-
Setelah menyimpan dokumen tersebut, akan nampak nama file index.html dan folder images yang berisi beberapa gambar yang telah dipotong menggunakan Slice tool.

-
Tahap selanjutnya adalah mengeditnya menggunakan Adobe Macromedia Dreamweaver untuk menambahkan teks dan membuat menu pull down agar tampilan situs lebih menarik dan lebih profesional. Teknik pembuatannya akan dibahas pada bab selanjutnya dalam buku tersebut.
Mengganti Backgroun Foto Menggunakan Photoshop
Kalau Anda mempunyai gambar bagus tapi anda rasa backgroundnya kurang menarik, mudah saja koq. Ganti saja backgroundnya dengan gambar lain yang Anda suka.
Dengan Software Phostoshop hal tersebut mudah sekali dilakukan. Yuk ikuti panduan berikut ini.
Pada percobaan kali ini, saya sudah mempersiapkan gambar yang akan kita ganti backgroundnya. Silahkan download dulu gambar dibawah ini ke komputer Anda.
Show Must Go On!!
Oke. Langkah selanjutnya adalah:
Buka file bunga yang sudah di download tadi dengan mengklik File > Open >
Setelah file di Open, cari menu Layer > Duplicate Layer untuk menduplikat layer gambar tadi. Lihat gambar.
Kemudian pilih tab channel (disamping tab layer) lalu pilih chanel Red. Lihat gambar.

Kemudian kita berpindah ke Tool Box, pilih Magic Wand pada Toolbox. Lalu klik pada gambar (pada background bunga)

hasilnya akan seperti ini.
Langkah selanjutnya, klik Tab Chanel kemudian klik layer RGB. Kemudian tekan Delete pada keyboard.

Sekarang klik Tab Layer, kemudian set invisible (icon mata) layer yang paling bawah.

Jika langkah Anda benar, Anda akan mendapatkan hasil seperti ini.
Selanjutnya klik Select > Deselect (atau tekan Ctrl+D pada keyboard)
Untuk membersihkan sisa hasil seleksi yang kurang sempurna, gunakan Tool Erase.
Hasilnya akan seperti ini.
Langkah awal sudah selesai, sekarang tinggal memindahkan gambar tadi ke foto lain.
Konsepnya mudah koq, cuman Drag and Drop saja…
Open dulu foto lain yang ingin kita jadikan background
Pastikan layer nomer dua terpilih, kemudian klik move Tool.

Drag gambar bunganya ke foto yang kedua.
Tadaaaaaaaaaa ….
Inilah hasilnya
Selamat mencoba ……
Memisahkan Gambar Dari Background
Kali ini saya akan menjelaskan cara yang kedua, cara ini sangat effektif bagi gambar dengan tingkat kontras yang tinggi, selalu ada cara untuk berimajinasi. Pada Versi 1 saya menggunakan magic eraser tool, tapi kelemahan dari cara pertama adalah tool ini tidak bisa membedakan gradien sehingga tidak bisa digunakan bila background terlalu komplek. Untuk mempersingkat waktu, mari kita mulai saja.
Langkah – langkahnya adalah sebagai berikut:
1. Siapkan gambar yang akan di edit sebagai contoh saya akan menggunakan gambar Olete, kalian bisa download gambar tersebut

[download]
2. Buka gambar tersebut dengan program photoshop, disini saya menggunakan photoshop 7, namun bagi anda yang sudah menggunakan Photoshop CS caranya sama saja,
[klik kanan] gambar > open with “pilih” Photoshop atau
Start > All Program > Photoshop 7 > Open > cari gambar yang diinginkan
3. Setelah itu kalian lihat menu utama di sebelah atas pilih filter > extract
atau kalian bisa menekan (ctrl + alt + x) Maka kalian akan dibawa ke jendela extract
4. Di jendela extact terdapat kalian cari Toolbox dengan gambar spidol di sebelah kiri atas dan [klik kiri] tool tersebut lalu atur properties di sebelah kanan dengan ketentuan berikut:

5. Setelah selesai dengan pengaturan, buatlah garis dengan spidol tersebut pada bagian perbatasan antara object dengan background tersebut, lihat gambar:
(gambar yang telah diblog spidol)
Setelah selesai memblok kalian pilih icon seperti gambar cat di sebelah kiri (atau tekan huruf “G” pada keyboard) lalu [klik kiri] di dalam bagian gambar yang di blok sehingga gambar terisi dengan cat biru, lihat gambar:
(gambar yang telah di fill biru)
5. Jangan menekan [ok], tapi tekan [preview] untuk melihat hasil extract sehingga bisa diperbaiki jika ada kekurangan
6. Ada 2 tool di sebelah kiri untuk memperbaiki hasil extact yaitu Clean up tool & Edge touchup tool
Perbedaan:
Clean up tool = untuk membersihkan sisa noda dengan menghapus bagian tidak diinginkan
Edge touchup tool = untuk memperhalus dengan sentuhan halus / memperhalus object yang telah di extract
7. Jika pengeditan dirasa sudah selesai maka tekan [ok]
Hasilnya adalah:
Kegunaan:
Dengan menghilangkan Background maka jika anda ingin menggabungkan 2 gambar, gambar tersebut dapat menyatu tanpa terhalang Background tersebut.
Membuat Foto Menjadi Karya Cat Air
Dalam tutorial ini kita akan membuat sebuah foto menjadi sebuah karya cat air.
Anda dapat mendownload file latihan Membuat Foto Menjadi Karya Cat Air terlebih dahulu.
Nantinya anda dapat menerapkan teknik ini untuk foto/gambar lainnya. Ikuti panduan langkah-langkah berikut ini :
- Buka file foto yang telah didownload atau anda bisa menggunakan foto yang anda miliki. Caranya pilih menu File > Open atau Klik ganda pada area yang kosong.
- Disini kita akan memerlukan dua buah layer dimana layer satunya akan menjadi warna cat air dan layer satunya akan menjadi sketsa dari gambar. Oleh karena itu, duplikasi layer Background dengan cara pilih menu Layer > Duplicate Layer dan beri nama layer baru tersebut dengan nama “sketsa”.

- Dalam langkah yang ketiga ini kita akan menjadikan salah satu layer di atas menjadi warna cat air. Dalam Photoshop kita mengenal Watercolor Filter yaitu efek untuk membuat karya cat air. Dalam tutorial ini kita tidak akan menggunakan Watercolor Filter tetapi menggunakan cara yang lain. Kenapa? karena Watercolor Filter akan menghasilkan karya cat air yang kurang alami dimana gambar menjadi terlalu gelap dan sapuan dari kuas menjadi kelihatan tidak alami.Lakukan langkah-langkah berikut ini:Aktifkan layer Background dengan cara klik pada layer Background.Sembunyikan layer “sketsa” dengan cara klik icon mata di sebelah kiri layer.
Jalankan Filter > Artistic > Dry Brush sehingga muncul kotak dialog Dry Brush. Cobalah untuk mengatur Brush Size, Brush Detail dan Texture sehingga menghasilkan karya yang sesuai dengan keinginan anda (di sini saya mencoba menggunakan 9, 9, dan 1). Setelah itu klik Ok.
Untuk menghaluskan dan memberikan kesan sapuan kuas yang alami, jalankan Filter > Blur > Smart Blur maka akan muncul kotak dialog Smart Blur. Coba atur Radius berkisar antara 10 dan Treshold berkisar antara 50. Sebelum memilih Ok, jangan lupa mengatur Quality menjadi High dan Mode menjadi Normal.

Sampai pada tahap ini, kita telah membuat warna cat air yang terlihat alami.
- Selanjutnya kita akan bekerja dengan layer “sketsa”. Ikuti langkah-langkah berikut ini:Klik pada layer “sketsa” untuk membuatnya aktif.Jalankan Image > Adjustments > Desaturate untuk membuang warna gambar.Jalankan Filter > Blur > Smart Blur kemudian atur Quality menjadi High dan Mode menjadi Edge Only.
- Pada langkah ini, kita akan mengkombinasikan kedua layer. Pada Layer palette, klik menu pop-up dan pilih Multiply. Biarkan Opacity tetap pada 100%.

- Pada langkah terakhir ini kita akan melakukan pengaturan warna.Untuk mencerahkan gambar anda dapat menggunakan adjustment layer sehingga suatu saat nanti anda dapat melakukan pengaturan ulang. Jalankan Layer > New Adjustment Layer > Levels untuk menampikan kotak dialog New Layer. Pilih Ok untuk menampilan kotak dialog Levels. Atur Input Levels menjadi 0, 1, dan 150 kemudian pilih Ok.Sekarang kita akan memberi warna yang berbeda pada gambar. Jalankan Layer > New Adjustment Layer > Hue/Saturation dan atur warnanya sesuai dengan keinginan anda.
- Selesai.

Membuat Animasi Gif
Dalam modul ini kita akan belajar membuat animasi gif sederhana menggunakan Photoshop dan ImageReady.
Sebelumnya Anda pasti sudah mengetahu animasi GIF bukan? Animasi sederhana yang biasanya ada dalam ponsel Anda ataupun yang sering Anda lihat pada sebuah website, seperti banner. Cara membuat animasi GIF tidaklah sulit, ada banyak sekali software yang bisa Anda gunakan untuk membuat animasi GIF namun kali ini kita akan menggunakan perpaduan Photoshop dan ImageReady.Meskipun animasi yang akan kita buat sangat sederhana namun ini merupakan dasar dalam membuat animasi gif yang lain.
Ikuti langkah-langkah berikut ini :
- Buat file baru dengan ukuran 90 x 90 atau terserah selera Anda. Caranya pilih menu File > New atau tekan Ctrl + N.
- Buat lingkaran menggunakan Elliptical Marquee Tool atau tekan M. Jangan lupa menekan tombol Shift + Alt untuk membuat lingkaran.

- Isi lingkaran tersebut dengan warna merah. Caranya : Tekan tombol Alt+Del untuk memasukkan warna yang sudah Anda pilih di Foreground Color.
- Duplikasi layer pertama ini dan buat 2 layer sejenis dengan warna kuning dan hijau sehingga nantinya kita akan memiliki 3 layer yang berisi lingkaran dengan warna merah, kuning dan hijau.

- Buat agar ketiga layer terebut tidak terlihat/invisible. Caranya : Klik ikon mata yang ada di sebelah kiri layer.
- Setelah ini kita akan berlanjut menggunakan ImageReady. Pada toolbox bagian paling bawah, pilih Edit in ImageReady atau tekan Shift + Ctrl + M.

- Setelah membuka ImageReady pastikan Anda sudah menampilkan Window Animation. Jika belum pilih menu Window > Animation atau tekan F7. Pastikan juga Window Layers telah muncul dan bila belum pilih menu Window > Layers atau tekan F11.
- Sekarang kita akan membuat animasi dari ketiga layer yang telah kita buat di Photoshop sebelumnya. Cara membuatnya tidak jauh beda dengan animasi pada umumnya namun disini kita akan membuat sebuah animasi sederhana. Perlu diketahui, inti dari apa yang akan kita lakukan adalah permainan layer.
Sekarang lihat pada Window Animation, disana ada sebuah layer, pada layer pertama inilah kita akan memulai membuat animasi. Tampilkan layer lingkaran berwarna merah pada Window Layers, caranya tinggal klik untuk menampilkan ikon mata.
Maka tampilan frame pertama dalam Window Animation adalah seperti gambar berikut :

- Sekarang kita akan menambahkan frame pada Window Animation, caranya klik icon Duplicates current frame dan sebuah duplikasi dari frame pertama telah terbuat. Selanjutnya pada Window Layers, tampilkan layer lingkaran berwarna kuning dan nonaktifkan layer berwarna merah.
- Langkah terakhir, buat lagi frame baru pada Window Animation, pada Window Layers aktifkan layer lingkaran berwarna hijau dan nonaktifkan layer lingkaran berwarna kuning.
- Atur timing dari masing-masing frame di Window Animation dengan meng-klik tulisan waktu yang ada di bagian bawah frame.

- Coba Anda jalankan animasi sederhana yang telah Anda buat dengan cara klik ikon Plays/stops animation.

- Setelah semuanya selesai jangan lupa untuk menyimpan hasil kerja Anda.
Ingat!
Untuk menyimpan file PSD dari latihan Anda kali ini, jalankan cara seperti biasa, File > Save.
Untuk menyimpan hasil kerja Anda menjadi animasi GIF, jalankan File > Save Optimized As…
Setelah ini Anda bisa mencoba membuat animasi dengan melakukan perpindahan gerak, perubahan warna, perubahan ukuran, dan sebagainya.
Membuat Efek Tetesan Pada Teks
| 1. | Buat image baru. Dalam contoh ini berukuran 250 x 125 pixels. Setelah itu bikin sebuah teks. Contoh di samping menggunakan font Arial. | ![]() |
| 2. | Dari menu Layer, pilih Flatten Image. Dari menu Image, pilih Rotate Canvas – 90 CW. | |
| 3. | Dari menu Filter, pilih Stylize – Wind. Pilih Method Blast dan Direction From the Left. Jika masih kurang, ulangi lagi langkah di atas. | |
| 4. | Dari menu Image, pilih Rotate Canvas – 90 CCW. | ![]() |
| 5. | Dari menu Filter, pilih Blur – Gaussian Blur. Ganti radiusnya menjadi 2,0 pixels. | ![]() |
| 6. | Dari menu Image, pilih Adjust – Level. Pada Input Levels, setting menjadi 176, 1, dan 221. | |
| 7. | Dari menu Image, pilih Adjust – Level. Pada Input Levels, setting menjadi 167, 1, dan 235. | ![]() |
| 8. | Dengan Magic Wand Tool, pilih pada area yang berwarna putih. Lalu dari menu Select, pilih Similar. Terakhir pilih Select – Inverse. | ![]() |
| 9. | Untuk mempercantik tampilan Anda dapat menggunakan Eye Candy. Dari menu Filter pilih Eye Candy – Bevel Boss. | ![]() |















